Wednesday, 14 January 2015

Rinjani Dari Boyolali ( via sembalun ) Catatan ini saya tulis setelah saya mendaki Rinjani untuk yang ke 2 x,jadi nanti akan terdapat beberapa foto yang berlainan tanggal



1.Akses Menuju Base Camp Pendakian Sembalun Lawang
          Dari boyolali kita bisa naik bus umum menuju solo atau tepatnya lampu merah pertigaan Kerten,kemudian kita lanjut jalan kaki lurus menuju stasiun purwosari.di stasiun kita lanjut naik kereta Api  Sritanjung tujuan stasiun Banyuwangi ( kita juga bisa naik dari stasiun solo Jebres ) KA Sritanjung berangkat dari stasiun purwosari sekitar Jam 8 pagi kereta ini merupakan kereta keberangkatan dari jogja sekiar jam 6 pagi ( Jadwal mungkin sewaktu waktu ada perubahan ) jadi untuk yang dari wilayah barat bisa menyesuaikan jadwalnya agar tidak ketinggalan.tiba di banyuwangi sekitar jam 9 malam kemudian kita lanjut jalan kaki menuju pelabuhan Ketapang Banyuwangi yang berjarak kira kita 100m, ( keluar stasiun sesampainya di jalan raya belok kanan ) biaya penyeberangan / orang Rp .6000.penyeberangan normal 1 jam,setelah sampai di pelabuhan Gilimanuk Bali kita bisa langsung menuju terminal Gilimanuk yang berada di kiri jalan tidak jauh dari tempat pemeriksaan KTP,ingat KTP jangan lupa sebab setelah keluar kapal di pelabuhan Gilimanuk kita akan di periksa identitas kita dan jika tidak memiliki KTP biasanya akan di suruh balik ( tapi tidak tau juga apakah bisa di bicarakan secara kekeluargaan hehe )
Di terminal gilimanuk kita bisa lanjut naik Bis Buana Raya tujuan pelabuhan padangbay yang keberangkatanya sekitan jam 2 pagi jadi kita harus menunggu sambil bisa istirahat sejenak.tarif paling mahal sampai ke pelabuhan padangbay Rp.50000 jadi usahakan tawar menawar dulu,kemudian Bis tiba di padangbay sekitar Pukul  7 hingga 7:30 pagi kita bisa lanjut ke loket kapal untuk langsung menuju pelabuhan lembar,tiket kapalnya Rp,40.000 Perjalanan menuju pelabuhan lembar memakan waktu normal 5 jam namun bisa lebih cepat juga bisa lambat tergantung cuaca.
Setibanya di pelabuhan lembar kita bisa langsung menuju terminal  mandalika mataram dengan menggunakan angkutan umum jenis Isuzu atau jika ada yang nawarin carteran silahkan di nego yang jelas ancer ancer biayanya paling mahal Rp,25000/orang untuk sampai terminal mataram,silahkan tawar sendiri.( catatan: jika ada yang nawarin carteran sampai Base Camp sembalun bicarakan se detail mungkin kesepakatanya mulai dari harga hingga jika nanti di aikmel harus di oper,sebab menurut cerita dari berbagai sumber banyak kejadian di tawarin carteran hingga sembalun tapi di aikmel di oper,kalau tidak tambah biaya lagi tidak masalah,takutnya nanti kita dimintai biaya carter lagi,sebab  berdasarkan cerita sopir engkel yang saya tumpangi dulu mobil lombok barat tidak boleh bawa pendaki langsung ke sembalun,harus oper di aikmel, mungkin ini masalah pembagian trayek,dan juga berdasarkan pengalaman pribadi waktu kita carter mobil engkel dari Universitas Mataram kita deal sama sopir bahwa akan di antar sampai Base Camp Sembalun dan pak sopir bilang tidak akan di oper,tapi kenyataanya sebelum kita sampai pasar aikmel kita di ikuti mobil bak terbuka kemudian mobil berhenti di pasar aikmel,setelah sopir terlibat pembicaraan akhirnya kita di oper ke mobil bak terbuka dari pasar aikmel untuk menuju sembalun,tapi kita tidak kena tambahan biaya.
Kembali lagi ke jalur,setibanya di terminal Mataram kita bisa oper angkutan lagi menuju pasar aikmel dengan jenis angkutan yang sama tarif termahal Rp.25000 silahkan di tawar sendiri.kemudian setelah kita tiba di pasar aikmel kita bisa lanjut naik mobil bak terbuka menuju Base camp sembalun dengan Tarif Rp 15000-20000.mobil bak terbuka ini ada hingga sore karena kebanyakan pemiliknya  adalah warga sekitar sembalun.

                                                                       BC Sembalun
          Setibanya di base camp sembalun kita bisa langsung registrasi dengan mengisi buku daftar pendaki,biaya registrasi / juni 2014 Rp 5000/orang/hari.jalur pendakian ada di sebelah pos,namun banyak juga pendaki yang memulai pendakianya dari desa bawa’nao sekitar 5KM ke arah utara dari pos pendaftaran sembalun,untuk menuju desa Bawa’nao kita bisa naik ojek dengan tarif Rp10000.tidak usah bingung mencari tukang ojek,asal ada orang disitu yang bawa motor biasanya mereka mau mengantar,atau jika kita berombongan kita bisa carter mobil bak terbuka yang tarifnya Rp 3000-5000/orang tergantung kesepakatan dengan sopir.
2.Rute Pendakian
    Bawa’nao – Pos 1
          Perjalanan dari desa Bawa’nao di mulai dari sebuah gang diantara rumah penduduk di sebelah kiri jalan dari arah sembalun,jalan ini sudah lumayan bagus dan sedikit agak lebar ( juni 2014 ) bila di banding ( sep 2012 ) perjalanan melewati ladang penduduk hanya sebentar,setelah itu  kita  melewati sungai besar pertama yang kering dan berbatu.
                                                                  Penampakanya
         setelah itu  kita akan di sambut  lahan luas yang minim pohon besar hampir mirip savana hanya saja rumputnya tipis namun landai sehingga sangat panas jika perjalanan kita siang hari,dan disini terkadang kita temui banyak sapi yang di gembalakan dan di lepas begitu saja.
                                                              Penampakan jalurnya
Setelah itu kita akan sampai di sungai besar juga kering ( sungai yang kedua) yang di tandai dengan jalan menurun dan banyak pohon besar di sekitarnya.
                                                                         Ini dia..
Setelah menyeberangi sungai jalur mulai menanjak hingga beberapa puluh meter sebelum kita masuk perbatasan hutan yang tidak begitu lebat.
                                                                  Nanjak Dikit
setelah itu kita akan di hadapkan oleh jalur hutan yang tidak begitu lebat.

                                                                    Jalur Hutan

         jalur masih landai hingga kita sampai pada sebuah jembatan pertemuan antara jalur bawa’nao dengan jalur sembalun jembatan ini merupakan jembatan yang cukup besar untuk ukuran di gunung ,kemudian kita bisa lanjut menuju pos 1 dengan jalur savana dan sedikit beberapa tanjakan namun tidak seberapa.total perjalanan dari desa Bawa’nao Hingga pos 1 kurang lebih 2,5 jam.di pos 1 kita bisa istirahat sejenak,terdapat 2 bangunan pos disini.

                                          Jembatan pertemuan Jalur Sembalun dan Bawa’nao

Pos 1 – pos 2

                                                   Foto di ambil Di Pos 1 th 2012,           
           untuk saat ini di belakang saya berdiri,agak ke belakang  terdapat bangunan pos yang baru,sedangkan di sebelah kiri saya berdiri masih ada pos yang lama dimana kondisinya lebih bagus dari th 2012,dimana sekarang atapnya sudah di pasang kembali.
Dari pos 1 kita bisa lanjut menuju pos 2 dengan trek yang masih landai,waktu tempuh dari pos 1 hingga pos 2 kurang lebih 1 jam perjalanan melewati padang savana.di pos 2 ini merupakan tempat yang kondusif untuk  kita camp apabila perjalanan kita dari Bawa’nao sudah kesorean,di pos ini terdapat mata air yang terletak di sisi kiri jembatan.disini juga terdapat bangunan pos namun tidak begitu terawat namun terdapat juga bangunan pos 2 yang baru yang berada beberapa meter sebelah atas  setelah melewati  jembatan,di pos ini terdapat banyak lokasi untuk mendirikan tenda dan jika cuaca cerah view disini sangat bagus.Berikut Beberapa Fotonya :

                                       Di ujung adalah bangunan baru yg terletak di pos 2 atas

                                                                 Pos 2 Bawah

         Ini adalah pos 2 bawah dimana terdapat jembatan besar,Nampak di belakang adalah bangunan pos 2 bawah yang lama dimana kondisinya sangat memprihatinkan dimana banyak sampah berserakan dan bau tidak sedap,dan tepat di belakang kita berfoto di bawah jembatan terdapat sumber air.Pos 2 Bawah dan atas lokasinya sangat dekat hanya setengah menit jalan kaki,mungkin hanya saya yang menyebut pos 2 atas dan bawah,sebab karena memang ada 2 lokasi,jadi mohon maaf hehe.

                                                     Sumber Air di bawah jembatan

  Lokasi kita Camp di pos 2 atas view lebih bagus,tepatnya di kiri lintasan di seberang bangunan baru.


                                                         Narsis dulu sama bule

Pos 2 – pos 3
Selepas pos 2 trek mulai sedikit menanjak namun masih bisa dikatakan landai karena memang tidak ada tanjakan yg begitu berat dan masih dalam vegetasi padang savanna.hingga kita sampai pada sebuah jembatan.setelah melewati  jembatan trek mulai menanjak hingga kita sampai di pos 3 bawah ( saya sebut demikian karena beberapa menit setelah pos ini kita bisa jumpai lagi bangunan pos yang berada tepat sebelum dan sesudah sungai besar dan   kering ) disini juga merupakan tempat yang kondusif sebagai tempat  camp, disini terdapat sumber air dimana air itu muncul dari cerukan pasir yang telah di buat oleh para pendaki sebelumnya,hati hati dengan logistik karena disini banyak monyet,waktu tempuh dari pos 2 ke pos 3 sekitar 1 jam.Berikut foto fotonya :

                                                               Menuju pos 3

                                                       Jembatan di bawah pos 3

                                                Setelah jembatan Track Mulai menanjak

                                                                     Pos 3 Bawah

                                                      Pos 3 Atas sebelum nyebrang kali

                                                          Nyebrang Kali kering pos 3


Pos 3 – Plawangan Sembalun

Selepas pos 3 trek mulai menanjak,hampir tanpa ampun hingga plawangan sembalun namun masih terdapat beberapa tempat yang bisa di gunakan untuk camp apabila kondisi tidak memungkinkan,jalur yang di lewati sudah bukan Padang savana lagi karena terdapat pohon pohon besar yang rindang namun tidak begitu rapat.waktu yang di perlukan untuk sampai di plawangan sembalun sekitar 6 hingga 6,5 jam.

                                                          Selepas Pos 3 Nanjak terus

                                                       Ketemu ipin dan upin

                           Puncak Udah Kelihatan,tinggal dikit lagi wkwkwkwkwk,,nanjakk teruss,,,,

                                                                Tetep Nanjak

Plawangan Sembalun – Puncak

Plawangan sembalun merupakan pos terakhir untuk mendirikan tenda sebelum menuju puncak,sebab setelah Plawangan  sembalun sudah tidak ada lagi area untuk membuat tenda.area camp di Plawangan Sembalun cukup banyak,Plawangan Sembalun juga merupakan pertemuan jalur dari Pos Senaru,Di Plawangan sembalun ini terdapat sumber air yang sangat jernih yang keluar dari sebuah tebing batu,letak mata air tersebut berada di sebelah kiri lintasan untuk menuju kesana di butuhkan waktu kira kira 10 menit dengan mengikuti jalur menurun kemudian datar kemudian menurun lagi tepat di depan area camp paling atas ( terdapat plang penunjuk ) saat berada di plawangan sembalun harap hati- hati dengan barang- barang karena terdapat monyet berkeliaran disini,selain itu waspadalah dengan barang-barang ketika di tinggal summit attack,karena sering terjadi pencurian disini sudah banyak kejadian berdasarkan cerita dari kawan-kawan pendaki juga pengalaman pribadi 10 juni 2014 kemaren saya kehilangan sendal gunung merk lokal yang sangat terkenal dan juga pisau lipat multi fungsi padahal itu sendal saya bungkus kantong kresek yang kemudian saya masukkan di ransel,padahal barang barang lain yang berserakan di dalam tenda tidak di ambil,seperti tas,kompor SB jaket dll,dan juga waktu itu resleting tenda saya tali rapat menggunakan tali rafia,kejadian inipun tidak saya alami sendiri,sendal yang sama persis milik kawan di tenda sebelah juga lenyap saat kita tinggal summit attack.jadi usahakan tenda di beri kunci pengaman yaitu gembok kecil,Berikut foto foto suasana di Plawangan sembalun:


                                                                 Ada yang jualan




                                                                 Sumber air

                                              Viewnya mantap,,Gn Agung juga kelihatan

                                                                   Barisan awan

                                                               Suasana malam itu


                                                                 Menu malam itu

Diawal perjalanan dari Plawangan Sembalun menuju puncak kita di hadapkan oleh jalur menanjak dan berpasir selama kurang lebih 1 jam hingga kita mendapatkan bonus ( istilahnya ) setelah itu trek sedikit landai hingga akhirnya semakin menanjak dengan variasi trek pasir,kerikil dan batu.di trek ini juga terdapat istilah leter E.ketika kita sampai pada sebuah tebing batu besar di kiri lintasan dan trek sedikit belok ke kanan itu tandanya puncak tinggal beberapa langkah lagi.waktu tempuh dari Plawangan Sembalun hingga Puncak memakan waktu sekitar 4 hingga 5 jam

                                                       Dari atas Plawangan Sembalun

                                                  Plawangan sembalun terlihat dari atas




                                                           Track Menuju puncak
Plawangan Sembalun – Danau Segara anak
Setelah turun dari puncak biasanya pendaki akan singgah ke Danau segara anak yang memiliki pemandangan yang cukup indah,disini kita juga bisa memancing,dari plawangan sembalun kita bisa mengikuti jalur belok kiri di sebelah bawah,waktu tempuh menuju Danau Segara Anak sekitar 4 jam.setelah puas di Danau Segara anak kita bisa lanjut turun menuju Pintu senaru,atau kembali lewat Jalur Sembalun keduanya harus sama – sama mendaki lagi.
Demikian sedikit Gambaran Rute dan Trek menuju Gn Rinjani,mudah-mudahan bermanfaat jika ada kekurangan dan kesalahan dalam penulisan mohon di koreksi,
Trimakasih.
 Mala Silvia
#Celeng Merapi

Monday, 12 January 2015

Puncak Gn Agung Bali 3142mdpl 17 Agustus 2013




   Alhamdulillah tanggal 17 agustus 2013 berhasil mencapai puncak gn Agung Bali setelah melewati track demi track dan waktu yang sungguh di luar dugaan dan perkiraan sebelumnya,namun sayang  perjalanan kali ini tidak bisa mencatat momen demi momen ketika dalam perjalalan,namun di abadikan dalam kamera,perjalanan pendakian yang diperkirakan memakan waktu 8-9 jam ternyata meleset 4,5jam.dan 4,5jam dalam sebuah perjalanan pendakian tidaklah sebentar dan ringan apalagi dengan barang bawaan di punggung.
   Berawal dari obrolan di Facebook kita ber 11 janjian buat nanjak bareng,butuh beberapa jam pula saat hari H nungguin mereka di suatu tempat untuk berangkat bareng,setelah kita bertemu dan saling kenalan akhirnya perjalanan kita lanjutkan menuju Besakih.sekitar pukul 22;40wita kita tiba di sebuah parkiran pura setelah sebelumnya kita ber 11 berhenti di parkiran bawah pura besakih buat nyari informasi mengenai penitipan sepeda motor dan masalah guide,akhirnya 2 temenku naik buat mencari informasi tersebut,setelah survey kitaputuskan naik dan akhirnya kita naik tanpa guide karena kita tidak ketemu dan itupun merupakan keberuntungan besar buat kami,karena untuk sewa guide biayanya tidaklah murah dan kami merasa tidak membutuhkan guide,namun begitu sebelumnya kita sudah menyiapkan dana patungan jika saja harus menyewa guide,kitapun tidak melapor ke Polsek sebab menurut info dari 2 teman yg sudah mensurvey polsek dalam keadaan tidak berpenghuni mungkin pak polisinya tidur,pikir kami waktu itu.
   Sesampainya di sebuah parkiran yang kami rasa adalah sebuah pura kemudian kita memarkirkan motor masing –masing,setelah itu kita persiapan dan berdoa sebelum mengawali perjalanan pendakian.pukul 22;55wita kitapun berangkat,kita melewati kampung di sisi kiri komplek pura besakih yang akhirnya ketemu pada jalur utama pura besakih.hingga kita istirahat sejenak pada sebuah bangunan pos kanan jalur sebelum pura GELAP.setelah sebentar beristirahat kitapun lanjutkan perjalanan,kondisi kita masih fit hingga sampailah kita di pura Gelap ( di kiri jalur pendakian )feeling kita bener-bener di uji karena adanya beberapa persimpangan,hingga baru sekitar 1 jam perjalanan tiba-tiba ada satu kawan yang memutuskan turun karena  kondisi badan kurang fit,sementara yang lain terus lanjut meneruskan perjalanan,beberapa kali kita istirahat sekedar melemaskan otot-otot hingga tidur sejenak  karena treknya yang lumayan menanjak.

                                            Rehat Melemaskan Otot otot Agar tidak tegang

                                                                   Makan Siomay

Beberapa Track cukup menanjak dan licin sehingga harus berpegangan pada sebuah akar yg sudah di pasang sedemikian rupa untuk memudahklan pendaki melangkah sehingga tidak terpeleset dan akhirnya GUBRRAAAKKK>>>

                                                                 Harus merambat
                                             Kelelahan Mukanya jelek semua…wkwkwkwk
                                   Fajar mulai menyinsing,namun perjalanan kita masih jauh
                                                          Ngopi dulu biar melek
                                                          Kebersamaan di pagi itu

                                                 Wajah memelas/nyender pohon wkwkwk
Sekitar pukul 08 pagi kita sampai di sebuah tempat camp di bawah sebelum tebing boyke / boycamp,kitapun istirahat,foto-foto sambil bikin sarapan pagi


                                                                       Narsis Dulu

                                                                      Merah Putih

                                                                      
                                                         Sama Sama Kurang Ganteng

                Saat membuat sarapan Sama kang Iwan sempat terfikir menyerah dan kembali turun karena perjalanan sangat jauh dari target dan perkiraan,maklum pamit sama istri di rumah bahwa jam 3 sore sudah tiba kembali di rumah,sejenah berfikir dan melalui beberapa pertimbangan akhirnya aku putusin lanjut. setelah itu akupun jalan pelan pelan meninggalkan mereka duluan sambil sesekali kontak rombongan melalui  radio HT ( aku meninggalkan mereka karena berharap dan berfikir masih dapat mengejar waktu tiba di bawah/pura besakih sebelum gelap).tiba di tebing boyke aku tidak jadi istirahat karena ternyanta disitu banyak orang hanya foto-foto sebentar kemudian lanjut jalan pelan –pelan,namun sepertinya jarakku dengan rombongan di belakang semakin jauh,namun tetap terpantau melalui radio HT,dalam perjalanan tidak ada pendaki yang naik kecuali rombongan kita semua pendaki sudah pada turun,aku dapat info juga dari pendaki lain bahwa banyak yang tidak sampai puncak 3 ( tertinggi 3142mdpl ) karena angin cukup kencang.

                                                                        Boy Camp
           Jalur setelah Tebing Boyke di dominansi bebatuan solid yang ukuranya lumayan besar hingga batas vegetasi  yang mulai di dominasi kerikil dan pasir
   Setelah aku yakin tidak ada pendaki lagi di atas ( info dari pendaki terakhir yang turun ) maka aku putuskan untuk meninggalkan Ransel di jalur pendakian di sela-sela bekas aliran air,sekedar untuk menghemat tenaga agar perjalanan  menjadi ringan karena puncak masih cukup jauh,sesekali aku kontak rombongan belakang tapi kita kehilangan kontak karena mungkin pancaran kami tertutup tebing.sunyi sekali siang itu hanya di temani suara tiupan angin khas gunung, cuaca cerah,sesekali kabut tipis lewat,perjalanan semakin semangat ketika puncak sudah mulai terlihat.

                                                         Puncak terlihat dari kejauhan

       Alhamdulillah akhirnya tiba di puncak 1,angin sedikit mulai reda dan segera aku menuju puncak 3 dengan melewati puncak 2 dan  jalur sempit yang kira-kira hanya berukuran setengah meter dan di sisi kanan kiri adalah jurang/lereng,perlu kewaspadaan tingkat tinggi  pantas saja jika angin kencang tidak ada yang berani lewat,sebab melihat trek seperti itu sekali kita terhempas oleh angin dan jatuh WASSSALAMM….rasanya.

                       Posisi Di Puncak 1,Puncak Tertinggi semakin dekat Tracknya lumayan Ajib.


                                             Track Menuju puncak tertinggi dari puncak 1
  
         Pukul 12;33 wita Alhamdulillah aku berhasil mencapai puncak tertinggi gunung agung 3142 mdpl,setelah kaki ini sedikit gemetar karena trek menuju puncaknya.setelah sujud syukur aku langsung foto-foto,nampak di timur jauh terlihat berdiri kokoh GN Rinjani,di puncak aku tidak bisa merekam keadaan di puncak karena aku khawatir kehabisana daya batrey sebab batrey cadangan yang sudah aku persiapkan ternyata ketinggalan di ransel yang aku tinggal di jalur.

                                                          Puncak Agung 3142mdpl


                                               Gn Rinjani Terlihat dari puncak Agung


         Track Yang di lalui dari puncak 1 menuju Puncak Agung 3142,( paling ujung adalah puncak 1 )
          
            Setelah  foto-foto sendiri  jepret sana jepret sini akhirnya batrey kamera habis juga ( di puncak aku putuskan untuk turun duluan secepatnya dan meninggalkan temen-temen duluan karena terus terang aku takut istri di rumah cemas,sebuah di lema antara teman dan keluarga,andai saja ada sinyal ponsel  ) setelah itu akupun bergegas untuk kembali turun karena takut angin kembali kencang dalam perjalanan turun aku ketemu beberapa rombogan ku di bawah  puncak 1,dan beberapa lagi tidak begitu jauh di bawah,tak lupa aku semangati mereka,”semangatt,,puncak sudah dekatt…”namun ada 1 yang tidak melanjutkan muncak karena kondisi kurang fit,akhirnya kitapun turun bareng menuju Boy camp untuk menunggu temen-temen lain yang sedang muncak. ( irvan dan fitri yang tadi pertama ketemu sebelum puncak 1,mereka  menanyakan logistik yang aku bawa,karena sepertinya logistik mereka habis,sedangkan logistik yang aku bawa masih ada beberapa roti dan mie instan,dan mereka meminta  agar nanti aku sisain buat mereka nanti makan,seketika pikiranku untuk meninggalkan mereka berubah,aku putuskan menunggu mereka di boycam untuk nanti turun bersama )

                                                      Ngopi lagi biar tambah ganteng


                                                               Ehh….ada temen

           Beberapa jam kita tunggu di Boycam akhirnya satu demi satu temnku tiba kita langsung bikin  makan dengan logistik yang tersisa,beberapa mi instan dan roti,setelah itu kita semua packing kemudian turun,kita start dari boycamp sekitar jam 5 sore,dalam perjalanan turun rombongan terbagi 2,aku,irfan,fitri turun duluan sedangkan yang lain di belakang.

                                                                  Dapat sunset

     setelah melewati rimbunya hutan gunung agung dan beberapa kali istirahat akhirnya kita tiba di parkiran pukul 21;30 wita.setelah berdiskusi sejenak dan beberapa pertimbangan  akhirnya kita bertiga lanjut duluan meninggalkan mereka menuju rumah masing masing,
Team Pendakian Gunung Agung 3142mdpl 17 Agustus 2013


- Mala Silvia ( Celeng Merapi
- Ferry Ichi
- M Ade Irfan
- Fitri R
- Catur Indrawati
- Eric Dylan
- Made Putra Trunajaya
- Iwan Trimawan
- Wanto Gunapala
- Aku lali Jenenge
- Aku lali Jenenge
  


  
Sedikit Info untuk akses menuju Pura Besakih:
- Semua kedatangan melalu Bandara Ngurah Rai Bali bisa melanjutkan perjalanan menuju terminal Batu Bulan dengan menggunakan Bus TRANSARBAGITA ,di terminal Batu Bulan kemudian lanjut naik Bis menuju Terminal KLUNGKUNG selain bis ada juga angkutan jenis Elf/engkel.Di KLUNGKUNG kemudian lanjut Naik Angkutan Ke Besakih ( jika berombongan dan mencari carteran saya sarankan mencari carteranya di Klungkung,sebab akan lebih Murah daripada mencari carteran dari Denpasar.
- Kedatangan Dengan menggunakan Bus ,setelah tiba di terminal Ubung Denpasar bisa lanjut naik Bis/Engkel menuju Klungkung,selanjutnya seperti Poin Di atas.
                             
                                                         SEKIAN

Mala Silvia
#Celeng Merapi

Tuesday, 23 September 2014

MANAJEMEN PENDAKIAN ( Hal Hal Yang Perlu di lakukan Sebelum Melakukan pendakian )


1 . Menentukan Target atau  Lokasi  Pendakian.Hal ini sudah pasti kita lakukan,terutama untuk gunung yang belum pernah kita daki sebelumnya karena hal ini akan menyangkut masalah apa yang akan kita lakukan selanjutnya.

2 . Mencari Informasi seakurat dan sebanyak mungkin mengenai karakteristik gunung yang menjadi target kita,sebab setiap gunung memiliki karakteristik yang berbeda beda,mulai dari ketinggian,waktu tempuh pendakian,informasi setiap pos,sumber air,rute atau jalur pendakian, dan lain-lainya.usahakan untuk memilih jalur pendakian resmi serta rute yang di anggap paling mudah sebab banyak gunung yang memang memiliki beberapa jalur pendakian dari yang trek nya mudah hingga sulit dan beberapa jalur yang di anggap tidak resmi,hal ini untuk meminimalisir kejadian atau hal-hal yang tidak di inginkan.

3 . Mencari Informasi mengenai akses menuju Base Camp pendakian,hal ini juga sangat penting untuk menghindari tersesat atau salah jalur dalam memilih angkutan umum, sebab tidak semua gunung dapat kita akses dengan  mudah menggunakan angkutan umum.hal ini juga sangat bermanfaat untuk kita bisa menentukan atau memperkirakan waktu perjalanan agar tidak banyak terbuang dalam perjalanan.terutama  untuk yang suka dengan tranportasi umum Kereta Api,sebab jadwal perjalanan kereta api tidak seperti Bis Umum.

4 . Menghitung Biaya yang di butuhkan.hal ini juga sangat penting yaitu menghitung biaya pendakian mulai dari trasport PP,registrasi , hingga biaya untuk logistik,dalam urusan logistik jangan di anggap sepele rencanakan dengan matang untuk jatah makan dalam pendakian,tetap buatlah jadwal 3 kali makan / hari meskipun kadang kita betah seharian tidak makan.prinsipnya lebih baik sisa daripada kekurangan logistik.jangan lupa juga untuk membuat anggaran untuk biaya tak terduga,sebab yang namanya dalam perjalanan kadang sesuatu hal bisa terjadi dan yang lebih harus di ingat yaitu jangan paksakan berangkat jika keuangan masih belum mencukupi,tanamkan disiplin diri untuk tidak merepotkan pendaki atau orang  lain yang di sengaja sejak sebelum berangkat, ( sebagai contoh:  masih banyak kekurangan namun tetap berangkat dengan berharap ketemu pendaki lain kemudian meminta bantuan sebab belum tentu semua pendaki siap membantu.) kecuali kita memang sedang mendapat sedikit musibah yang memaksa kita meminta bantuan pendaki lain ( sebagai contoh : Kecurian ketika Camp atau kecopetan atau kehilangan dompet  ketika dalam perjalanan )

5 . Menentukan Waktu Pendakian,usahakan dalam mendaki waktunya tidak mengganggu kegiatan lain,semisal  harus  bolos sekolah,bolos kuliah,bolos kerja dan lain lain,sebab jika dalam mendaki waktunya kita paksakan  maka pendakian kita tidak akan terasa tenang dan terkesan buru buru,sehingga ketenangan dan kedamaian saat mendaki dapat terganggu,kemudian apabila kita berangkat sendiri dari rumah usahakan merencanakan penndakian  pada hari libur atau akhir pekan,sebab kemungkinan besar waktu-waktu tersebut ada saja pendaki lain yang sedang naik jadi bisa kita buat teman perjalanan.

6 . Persiapan peralatan,usahakan untuk menyiapkan dan menentukan peralatan apa saja yang kita butuhkan selama pendakian dengan benar sesuai denga fungsi tentunya, prinsipnya tidak perlu ber merk tapi lebih mengedepankan fungsi.

Selamat Mendaki " selama kita masih bernafas,kesempatan itu masih ada "

Mohon maaf jika banyak kekurangan  dan kesalahan dalam penulisan